Subscribe Us

header ads

5 Ciri Iklan Pengobatan Menyesatkan yang Perlu Diwaspadai

Waspada

Perkembangan media sosial membuat promosi layanan kesehatan dan pengobatan tradisional semakin mudah ditemukan. Namun, masyarakat perlu lebih berhati-hati karena tidak semua informasi kesehatan yang beredar dapat dipercaya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai iklan pengobatan tradisional yang mengandung klaim berlebihan dan berpotensi menyesatkan.

Beberapa iklan bahkan memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap penyakit untuk menarik perhatian dan keuntungan semata. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami ciri-ciri iklan kesehatan yang patut dicurigai.

1. Mengklaim Bisa Menyembuhkan Semua Penyakit

Salah satu ciri paling umum dari iklan pengobatan menyesatkan adalah klaim bahwa satu metode terapi atau satu produk dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit sekaligus.

Contohnya:

  • diabetes,
  • stroke,
  • kanker,
  • hipertensi,
  • gangguan saraf,
  • hingga penyakit kronis lainnya.

Padahal dalam dunia kesehatan, setiap kondisi memiliki penanganan yang berbeda dan tidak ada metode yang dapat menjamin hasil sama pada semua orang.

2. Menampilkan “Pasien Sembuh Total”

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap iklan yang menampilkan testimoni dramatis seperti:

  • “langsung sembuh,”
  • “bertahun-tahun sakit langsung hilang,”
  • atau “dokter sudah menyerah tapi terapi ini berhasil.”

Testimoni semacam ini sering digunakan untuk mempengaruhi emosi calon pasien. Padahal pengalaman seseorang tidak dapat dijadikan jaminan keberhasilan bagi orang lain.

3. Menggunakan Istilah Medis yang Dramatis

Beberapa promosi menggunakan istilah medis yang terdengar menakutkan agar masyarakat merasa cemas dan segera membeli layanan atau produk tertentu.

Misalnya:

  • “racun menumpuk di otak,”
  • “darah kotor,”
  • “saraf rusak total,”
  • atau istilah lain yang tidak dijelaskan secara ilmiah.

Penggunaan istilah medis di luar kompetensi dapat menyesatkan masyarakat dan menimbulkan ketakutan berlebihan.

4. Menggunakan Video Anatomi Menakutkan

Saat ini banyak video kesehatan di media sosial yang menampilkan ilustrasi organ tubuh rusak, pembuluh darah tersumbat, atau animasi penyakit secara berlebihan.

Tujuannya sering kali untuk membuat penonton panik lalu tertarik membeli produk atau terapi tertentu.

Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua video kesehatan di internet dibuat berdasarkan informasi medis yang valid.

5. Menyebut Terapi “Rahasia”, “Warisan”, atau “Dijamin Sembuh”

Promosi seperti:

  • “metode rahasia,”
  • “ilmu warisan leluhur,”
  • “terapi khusus yang tidak dimiliki dokter,”
  • atau “garansi sembuh total”

perlu diwaspadai apabila digunakan secara berlebihan untuk menarik pasien.

Pelayanan kesehatan yang baik seharusnya mengutamakan edukasi, keamanan, dan penjelasan yang rasional, bukan janji kesembuhan mutlak.

6. Menggunakan Tokoh Terkenal atau Deepfake AI

Saat ini semakin banyak iklan kesehatan menggunakan teknologi AI atau deepfake untuk membuat seolah-olah tokoh terkenal, dokter, atau publik figur merekomendasikan produk tertentu.

Video semacam ini sering tampak meyakinkan padahal palsu atau dimanipulasi.

Karena itu masyarakat perlu:

  • memeriksa sumber informasi,
  • tidak mudah percaya video viral,
  • dan memastikan informasi berasal dari sumber resmi.

7. Memaksa Membeli Herbal atau Paket Tertentu

Waspadai layanan yang:

  • terus memaksa membeli produk,
  • mewajibkan paket mahal,
  • atau menakut-nakuti pasien agar terus membeli herbal tertentu.

Pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab tidak menggunakan tekanan psikologis demi keuntungan bisnis.

Pentingnya Literasi Kesehatan Masyarakat

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa masyarakat harus lebih kritis terhadap berbagai promosi kesehatan, terutama di media sosial dan platform digital.

Jangan mudah percaya terhadap:

  • klaim instan,
  • testimoni dramatis,
  • atau promosi yang menjanjikan kesembuhan mutlak.

Masyarakat disarankan memilih layanan kesehatan yang:

  • memiliki legalitas jelas,
  • mengutamakan edukasi,
  • tidak berlebihan dalam promosi,
  • dan tetap menghormati prinsip keselamatan pasien.

Penutup

Kesehatan tradisional merupakan bagian dari budaya Indonesia yang memiliki nilai positif apabila dijalankan secara bertanggung jawab. Namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap iklan yang menyesatkan dan tidak sesuai aturan.

Bijak memilih informasi kesehatan merupakan langkah penting agar masyarakat terhindar dari klaim palsu, ketakutan berlebihan, maupun praktik yang merugikan.